Mengunjungi Kerbau Rawa, Sensasinya Luar Biasa

Kerbau-RawaCLICKBORNEO.COM – Salah satu destinasi Wisata Kalimantan Selatan yang terbilang unik adalah kerbau rawa di Nagara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Bagaimana tidak, jika biasanya kita melihat kerbau hanya didarat, justru kali ini para kerbau hidup di rawa.

Dari kandangan yang merupakan pusat kota yang juga terkenal dengan kota dodol dan ketupat kandangannya, dapat ditempuh setengah jam perjalanan untuk sampai ke Nagara menggunakan sepeda motor atau angkutan umum. Sampai di sana dilanjutkan menggunakan kapal / kelotok menyusuri sungai dan rawa. Pemandangan padang rawa yang luas memberikan arti sendiri jika berkunjung ke sana tentunya.

Sewa kapal / kelotok bervariasi dari harga Rp.150 – 350 ribu. Kami melihat aktivitas warga di sepanjang rawa ada yang memancing, menangkap burung belibis dengan senapan angin, ada juga yang bertani dan masih banyak lagi lainnya. Di Nagara, burung belibis banyak dijual di pasar Nagara, saya lupa menanyakan soal harga dan tidak sempat mencicipi rasa belibis goreng. Tapi kata bapak (joki) yang mengantar kami ke kerbau rawa harga belibis lumayan mahal.

Setelah lama kami menikmati keindahan padang rawa dengan lanskap pemandangan luar biasa, akhirnya kami sampai di Kalang Hadangan (Kandang Kerbau). Momen terbagus untuk melihat kerbau rawa adalah sewaktu kerbau pulang mencari makan dan masuk ke kandang dengan cara berebutan. Kerbau rawa di Nagara berukuran besar dan memiliki tanduk yang besar serta keras.

Kami tidak sabar untuk melihat kerbau rawa yang hidup di air. Sekadar informasi, kerbau rawa juga bisa menyelam layaknya manusia. Untuk menghilangkan jenuh karena kerbau belum juga datang, momen itu kami jadikan ajang narsis meskipun lokasinya berada di kandang kerbau. Di situ pula kami mengetahui cerita kehidupan sehari-hari seorang pengembala kerbau rawa.

Dari salah seorang pengembala, ia menceritakan bahwa setiap pagi ia mengeluarkan kerbau dari kandangnya lalu mengantarkan kerbau untuk mencari makan. Selama kerbau dilepas, si pengembala pulang kembali ke Nagara dan kembali lagi menjelang sore. Dalam sehari, 4 liter bensin yang harus disediakan si pengembala itu untuk bahan bakar kelotok.

“Banyak pembeli kerbau rawa berasal dari luar Kalimantan. Kebanyakan dari Toraja,” ungkap si pengembala menceritakan alasan bahwa pembeli dari Toraja sangat menyukai tanduk kerbau rawa yang bagus.

Para pemilik sekaligus pengembala kerbau rawa tersebut ternyata dilakoni secara turun temurun, semacam bisnis keluarga. Dari sekian banyak hal menarik yang dapat kami saksikan langsung, yang tak kalah unik adalah satu kandang yang berisi kerbau rawa dan itik rawa. Mereka tinggal bersama.

kerbau-rawa-kalimantan-selatanMomen yang kami tunggu sudah datang. Dari jauh terlihat rombongan kerbau rawa siap pulang ke kandang. Sesekali mereka mencelupkan kepala ke air. Sampai mendekati kandang, ternyata sulit juga membuat para kerbau rawa itu agar masuk ke kandang dengan lancar. Para kerbau rawa saling berebut, ada yang berkelahi untuk duluan masuk, sampai ada yang berdarah tanduknya.

Setelah semua kerbau rawa masuk kandang, kami mencoba mendekati kerbau yang memiliki badan lebih besar ketimbang lainnya. Maksudnya sih ingin berfoto. Awalnya takut, tapi si pengembala menyakinkan bahwa kerbau rawa itu tidak akan menyerang. Pengembala itu berkata benar. Kerbau rawa terlihat jinak dan tidak menunjukkan gejala ingin melukai kami. Akhirnya, foto pun bisa kami dapat.

Wisata Kerbau Rawa di Nagara Kalimantan Selatan sangatlah menarik. Banyak sensasi yang bisa dirasakan di sana. Semoga saja Pemerintah Daerah bisa meningkatkan daya tarik wisata ini, dengan menyediakan kapal wisata atau fasilitas gazebo untuk peristirahatan pengunjung selama menunggu momen. Selain itu, Pemda setempat juga dapat menciptakan/menkoordinir pemandu wisata lokal agar pengunjung bisa menikmati semua daya tarik yang ada di sana dengan aman dan nyaman. Secara tidak langusng, masyarakat di Nagara juga akan mendapatkan penghasilan dari pengelolaa wisata kerbau rawa.

Jika Anda tertarik berwisata Kerbau Rawa di Kalimantan Selatan, dari Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin dapat di tempuh 3 jam menuju kota Kandangan. Setelah itu lanjutkan perjalanan menuju Nagara menggunakan angkutan pedesaan. Estimasi biaya dari Bandara Syamsudin Noor – Kandangan Rp.35 ribu. Kandangan- Nagara Rp.10-15 ribu. Sewa kapal saat itu kami mendapat harga Rp.160 ribu.

Mengunjungi Kerbau Rawa, Sensasinya Luar Biasa 4.75/5 (95.00%) 4 votes

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


− 6 = 3

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>