Bangkitkan Kepercayaan Diri Tunanetra

CLICKBORNEO.COM -    Anak-anak cacat, termasuk penyandang tunanetra, juga berhak mendapatkan pendidikan. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan, diharapkan mereka bisa hidup mandiri, tanpa tergantung pada orang lain. Bahkan, ada yang mampu menuai prestasi.

Tunanetra

Siti Khadijah misalnya, setelah masuk panti sosial bina netra (PSBN) Fajar Harapan Martapura, ia yang semula tidak lancar mengaji, sekarang jadi fasih. Malah, beberapa kali menuai gelar juara di ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).

“Dulu sewaktu masih ikut orangtua di Barabai, saya belum begitu pandai mengaji. Alhamdulillah, kini saya bisa membaca Alquran braille dan mengerti masalah tajwid,” ujar Khadijah.

Ia mengaku bersyukur tinggal di PSBN karena wawasannya terus bertambah. Juga senang bergaul dengan rekan-rekan senasib, bisa saling curhat dan berbagi.

Kepala PSBN Fajar Harapan, mengatakan masih banyak penyandang tunanetra yang belum mendapat pembinaan. Diperkirakan di Kalsel terdapat enam ribu penderita kebutaan. Namun tidak semua orangtua memiliki kesadaran tentang pentingnya pendidikan bagi tunanetra. Akibatnya, si anak dibiarkan bahkan tak jarang dikurung di rumah.

 “Selama orangtuanya masih hidup, mungkin tak masalah. Tapi kalau sudah meninggal, jadi repot karena dia tidak terbiasa mandiri,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi keberadaan PSBN ke tiap kabupaten/kota. Mereka lebih banyak jemput bola, mengirimi surat ke berbagai kelurahan untuk menginformasikan warga yang tunanetra. Termasuk melakukan pendekatan pada tokoh masyarakat dan agama untuk memotivasi pihak keluarga agar mau menitipkan anaknya yang tunanetra ke PSBN.

 “Kita pernah membawa tim untuk sosialisasi panti ini di Kandangan. Di sana kita perlihatkan bagaimana anak-anak tunanetra terampil memijat, pandai bermain musik, dan keterampilan lainnya. ternyata mereka tidak kalah dibanding orang yang matanya awas,” terangnya.

Umumnya penghuni panti ini berasal dari daerah-daerah pelosok, bukan perkotaan. Ada banyak keuntungan kalau tunanetra dibina di PSBN. Terutama dapat membangkitkan kepercayaan diri mereka.

Menurutnya, anak cacat itu rentan rendah diri. Itu yang perlu ditingkatkan. Salah satunya dengan memberi keterampilan tertentu.

Ketika tunanetra baru masuk PSBN, biasanya ada asesmen untuk mengali minat dan bakat mereka. Melalui tes-tes tertentu dapat diketahui apa potensi masing-masing anak.

Di PSBN mereka diajarkan membuat alat-alat rumah tangga dari plastik, sabuk kelapa, ijuk, rotan, dan kayu. Dengan bimbingan instruktur, mereka terampil membikin keset, sapu lantai, keranjang buah, baki, dan taplak meja.

Selain itu, tunanetra juga dibekali keterampilan pijat kebugaran, shi-atsu, refleksi, dan akupreseur.

Setelah pembinaan, petugas PSBN terus melakukan evaluasi tingkat perkembangan mental, psikologi, dan keterampilan mereka. Kalau sudah memenuhi kriteria, mereka siap disalurkan.

Terserah si tunanetra, apakah mau balik ke keluarga atau dia sudah punya tujuan sendiri. Kebanyakan minta disalurkan seputar Banjarbaru dan Martapura untuk mendirikan usaha pijat.(ali)

Bangkitkan Kepercayaan Diri Tunanetra 5.00/5 (100.00%) 4 votes

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


7 − = 1

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>